Tahbisan Imam CMF 2021

Pada hari Selasa, 08 Juni 2021, Kongregasi Cordis Mariae Filius (CMF) – Misionaris Claretian Indonesia – Timor Leste –  menyelenggarakan Misa Tahbisan Imam CMF 2021. Misa dipersembahkan oleh selebran utama sekaligus penahbis Mgr. Dominiku Saku yang merupakan Uskup Keuskupan Atambua. Gereja Paroki St. Maria Fatima Nurobo menjadi tempat berlangsungnya misa tahbisan.

5 Imam baru adalah
1. RP Robertus Payong Pati, CMF
Romo Robert akan menjalankan karya perutusan di Panite, Timor Tengah Selatan
2. RP Arnoldus Kutu Ndiwa, CMF
Romo Arnold akan menjalankan karya perutusan di Jerman & sementara menjadi anggota Komunitas Katalina Gading Serpong
3. RP Krisantus Emanuel Nurak, CMF
Romo Kris akan menjalankan karya perutusan di Komunitas Katalina Gading Serpong
4. RP Agustinus Djeramu, CMF
Romo Agus akan menjalankan karya perutusan di Paroki St. Mikael Tanjung Balai, Sumatera Utara
5. RP Apolinaris Visensius Tarut, CMF
Romo Nari akan menjalankan karya perutusan di Paroki St. Mikael Tanjung Balai, Sumatera Utara

Katolik Keren mengucapkan PROFICIAT atas Tahbisan 5 Imam baru. Kami berdoa semoga para Imam tetap setia dalam panggilan hingga akhir hidup serta selalu dilindungi Tuhan dalam menjalankan seluruh karya pelayanannya.

Tahbisan Imam CMF 2021
Tahbisan Imam CMF 2021

Sekilas Kongregasi CMF (Cordis Mariae Filius)

Kongregasi Putra-Putra Hati Tak Bernoda Maria atau Para Misionaris Claretian didirikan oleh St. Antonius Maria Claret pada tanggal 16 Juli 1849 di Vic, Barcelona, Spanyol.

Antonius Claret adalah anak seorang pengusaha pabrik tekstil yang kaya. Meskipun keinginan ayahnya yang menghendaki dia untuk menangani pabrik, namun karena ia memiliki niat yang besar untuk menjadi imam, hal tersebut yang membuat ia tetap masuk seminari. Akhirnya, ia menjadi Imam. Ia menjadi pewarta Sabda Allah dan bersama kelima temannya yang memiliki semangat yang sama, ia mendirikan Kongregasi Putra-Putra Hati Tak Bernoda Maria.

Misionaris Claretian tersebar di 67 negara di semua benua. Misinaris Claretian Indonesia Timor Leste merupakan salah satu delegasi/ provinsial yang ada. Para misionaris menggunakan semua cara dan sarana yang mungkin untuk mewartakan Sabda Allah di seluruh dunia, memberikan retret, mendidik-mengajar, membangun umat basis, membentuk agen-agen pastoral (awan dan biarawan-biarawati), membangun kehidupan kaum miskin menjadi lebih manusiawi, menulis dan menerbitkan buku-buku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *